Internet of Things

Ketika Benda Sehari-hari Jadi “Pintar”

Dari sensor kecil, mikrokontroler, sampai alat yang bisa lapor kondisinya sendiri lewat internet.

Narasumber
Annas Ma'ruf, S.Pd.
Rabu, 23 September 2026
SMA Negeri 2 Sukorejo

Agenda

Hari ini kita ngapain aja?

  1. 01 IoT itu apa, sih? (pakai contoh yang deket banget)
  2. 02 Kenalan sama mikrokontroler, Arduino, ESP32 & ESP8266
  3. 03 Sensor-sensor umum dan cara kerjanya
  4. 04 Kenalan Arduino IDE & cara merakit rangkaiannya
  5. 05 Lihat penerapan IoT di berbagai bidang
  6. 06 Intip alat monitoring suhu, kelembapan & kualitas udara yang saya bawa

Sadar nggak sadar

IoT udah ada di sekitar kita, cuma sering nggak sadar

Google Maps

Tau jalan macet karena HP orang lain di jalan itu ngirim data lokasi real-time.

Smartwatch

Sensor detak jantung & langkah kaki otomatis lapor ke aplikasi di HP.

Kulkas/AC Pintar

Bisa dinyalain atau dicek kondisinya dari HP walau lagi di luar rumah.

Absensi Sekolah

Fingerprint atau kartu RFID otomatis kirim data kehadiran ke sistem.

Studi kasus nyata

IQAir: kualitas udara dunia, dipantau real-time

IQAir ngumpulin data dari ribuan stasiun sensor kualitas udara di seluruh dunia, termasuk alat-alat kecil yang dipasang warga biasa di rumah atau kantor. Tiap alat punya sensor partikel (konsepnya mirip MQ-135 yang bakal kita bahas nanti), lalu kirim datanya lewat internet ke server IQAir. Nilai-nilai itu diolah jadi angka AQI (Air Quality Index) yang gampang dibaca, dan ditampilkan di peta dunia yang terus update, persis pola 5 komponen IoT: sensor, kirim data, olah di cloud, tampilkan ke pengguna.

Studi kasus nyata

BMKG: laporan gempa bumi otomatis

BMKG masang jaringan sensor seismograf di banyak titik di Indonesia buat ngukur getaran tanah terus-menerus. Begitu ada getaran yang cukup besar, sistemnya otomatis ngitung lokasi pusat gempa dan kekuatannya, lalu langsung nampilin laporannya ke situs & aplikasi, seringnya cuma butuh hitungan menit. Ini contoh IoT buat mitigasi bencana: dari sensor di lapangan sampai peringatan ke masyarakat, prosesnya otomatis.

Sensor Seismograf

Tersebar di banyak titik, ngukur getaran tanah 24 jam nonstop.

Analisis Otomatis

Sistem ngitung sendiri lokasi & kekuatan gempa dari data getaran yang masuk.

Laporan ke Publik

Hasil analisis langsung tampil di situs & aplikasi BMKG, biasanya dalam hitungan menit.

Situs BMKG nggak bisa ditampilkan tertanam di halaman lain (kebijakan keamanan dari BMKG sendiri), jadi buka langsung datanya di sini:

Buka bmkg.go.id/gempabumi →

Studi kasus nyata

eFishery: pakan otomatis buat tambak ikan & udang

eFishery bikin alat pemberi pakan otomatis (smart feeder) yang dipasang di tambak ikan atau udang. Alat ini punya sensor buat mendeteksi seberapa lapar ikannya dari gerakan air, lalu otomatis ngasih pakan secukupnya di waktu yang tepat, nggak kurang nggak boros. Semua data dan kontrolnya bisa dipantau petani tambak dari HP, dari mana aja. Ini versi Smart Farming buat perikanan, salah satu startup IoT asal Indonesia yang dipakai di ribuan tambak.

Sensor di Tambak

Mendeteksi pola makan & kondisi air, ngirim datanya lewat internet.

Pakan Otomatis

Alat nyebar pakan sendiri, secukupnya, di waktu yang paling tepat.

Dipantau dari HP

Petani tambak bisa cek & atur alatnya dari jauh lewat aplikasi.

Mau baca lebih lanjut soal eFishery?

Buka profil eFishery di Wikipedia →

Studi kasus nyata

Flightradar24: lacak pesawat tanpa radar sungguhan

Flightradar24 nunjukkin posisi ribuan pesawat yang lagi terbang di seluruh dunia, real-time, di atas peta. Yang bikin unik: penyedia layanan ini nggak punya radar beneran satu pun. Pesawat modern otomatis nyiarin posisi & datanya sendiri lewat sinyal bernama ADS-B. Sinyal itu ditangkep sama alat penerima kecil (RTL-SDR, awalnya alat buat nangkep siaran TV digital) yang dipasang ribuan sukarelawan di atap rumah mereka sendiri, lalu datanya dikirim ke server Flightradar24 lewat internet.

Pesawat Menyiarkan Sinyal

Pesawat modern otomatis nyiarin posisinya sendiri lewat sinyal ADS-B, tanpa perlu ditanya.

Penerima Sukarelawan

Ribuan alat penerima kecil (RTL-SDR) yang dipasang sukarelawan di seluruh dunia nangkep sinyal itu.

Terkumpul Jadi Peta Live

Semua data ngumpul di server lewat internet, ditampilkan jadi peta pesawat yang bergerak real-time.

Definisi

IoT itu… barang pinter yang saling ngobrol

Bayangin keran, lampu, atau alat penyiram tanaman yang bisa “lapor” kondisinya sendiri lewat internet, dan bisa kamu kontrol dari HP, di mana pun kamu berada.

Benda+ Sensor+ Koneksi Internet+ Diakses/Dikontrol dari Jauh= IoT

Singkatnya: alat itu “merasakan” sesuatu lewat sensor, lalu ngirim datanya lewat internet supaya bisa kita lihat atau kontrol dari jauh.

“Internet of things (IoT) adalah konsep terkait objek tertentu yang memiliki kemampuan untuk mengirimkan data melalui jaringan, tanpa adanya interaksi dari manusia ke manusia ataupun dari manusia ke perangkat komputer.”

Panduan Pengenalan Dasar IoT, Common Room & Sekolah Internet Komunitas (2021)

Ciri khas IoT

5 unsur yang bikin sesuatu disebut IoT

Beda dari sekadar “mesin yang nyambung internet”, ada 5 unsur yang biasanya nempel di teknologi IoT sungguhan.

Kecerdasan Buatan

Data yang dikumpulin nggak cuma disimpen, tapi diolah biar alatnya bisa “mikir” dan ambil keputusan sendiri.

Konektivitas

Nggak harus jaringan besar & mahal, IoT sering pakai jaringan kecil dan murah khusus antar-perangkat.

Sensor

Pembeda utama IoT dari mesin biasa: sensor yang bikin alatnya “sadar” sama kondisi di sekitarnya.

Keterlibatan Aktif

Bukan cuma teknologi pasif yang nunggu diperintah, IoT dirancang buat terlibat aktif sama penggunanya.

Perangkat Kecil

Makin ke sini, perangkatnya makin kecil, makin murah, tapi makin kuat.

Kalau digabung: sensor + konektivitas ngumpulin data mentah dalam jumlah besar (big data), lalu AI menganalisisnya buat nemuin pola atau bikin keputusan otomatis. Ketiganya saling melengkapi.

Anatomi sistem

5 komponen yang selalu ada di sistem IoT

Sensor

Nangkep kondisi nyata: suhu, jarak, cahaya, dll.

Mikrokontroler

“Otak kecil” yang mengolah data sensor.

Konektivitas

Kirim data lewat WiFi, Bluetooth, atau LoRa.

Cloud / Aplikasi

Data disimpan & ditampilkan ke pengguna.

Aksi / Aktuator

Motor, alarm, atau notifikasi jalan otomatis.

Otak kecilnya IoT

Apa itu mikrokontroler, sebenarnya?

Mikrokontroler itu komputer super kecil dalam satu chip. Isinya lengkap, tapi cuma buat ngerjain satu tugas spesifik terus-menerus, beda sama laptop atau HP kamu yang bisa buka banyak aplikasi sekaligus.

Prosesor (CPU)

Bagian yang “mikir”, jalanin program baris demi baris, berulang-ulang tanpa capek.

Memori (Flash & RAM)

Flash nyimpen program kamu biar nggak ilang saat dimatiin, RAM nyimpen data sementara pas program jalan.

Pin Digital (GPIO)

Cuma kenal dua kondisi: HIGH (nyala) atau LOW (mati). Cocok buat baca saklar atau nyalain LED.

Pin Analog (ADC)

Baca nilai yang berubah pelan-pelan, kayak suhu atau cahaya, nggak cuma nyala-mati.

Papan yang sering dipakai (1/3)

Arduino, ESP32, atau ESP8266? Kenalan dulu

Ketiganya sama-sama papan mikrokontroler siap pakai, tapi beda kemampuan dan beda juga cocoknya buat proyek apa.

Papan Arduino Uno dilihat dari atas, menampilkan chip ATmega328P, port USB tipe B, dan pin header digital serta analog di kedua sisi papan.

Arduino Uno

  • ChipATmega328P
  • Pin digital14 (6 PWM)
  • Pin analog6
  • WiFi / BluetoothTidak ada
  • Tegangan kerja5V

Cocok buat belajar dasar elektronika & kontrol tanpa perlu internet.

Papan yang sering dipakai (2/3)

Arduino, ESP32, atau ESP8266? Kenalan dulu

Papan ESP32 DevKit dalam casing akrilik bening, menunjukkan modul ESP32-WROOM, tombol BOOT dan EN, serta port micro USB.

ESP32

  • ChipESP32 (dual-core)
  • Pin GPIO±30 (tergantung varian)
  • WiFi / BluetoothAda keduanya
  • Tegangan kerja3.3V

Pilihan utama buat proyek IoT yang butuh kirim data lewat internet.

Papan yang sering dipakai (3/3)

Arduino, ESP32, atau ESP8266? Kenalan dulu

Papan NodeMCU berbasis ESP8266 di atas kertas data sheet, memperlihatkan modul ESP8266MOD, port micro USB, dan dua baris pin header.

ESP8266 (NodeMCU)

  • ChipESP8266
  • Pin GPIO±11 yang bisa dipakai
  • WiFi / BluetoothWiFi doang
  • Tegangan kerja3.3V

Lebih murah dari ESP32, cocok buat proyek IoT sederhana yang hemat budget.

Kabar baiknya: ketiganya bisa diprogram pakai aplikasi yang sama, Arduino IDE, tinggal beda “papan” yang dipilih di dalamnya.

Panca indra alat

Sensor-sensor umum dan cara kerjanya

Sensor itu bagian yang ngubah kondisi fisik di dunia nyata, suhu, jarak, gerak, cahaya, jadi sinyal listrik yang bisa dibaca mikrokontroler.

Modul sensor DHT22 (AM2302) berbentuk kotak putih berlubang-lubang dengan tiga pin VCC, OUT, dan GND di bagian bawah.

DHT22 · Suhu & Kelembapan

Di dalamnya ada dua sensor kecil, satu buat suhu, satu buat kelembapan udara. Datanya dikirim lewat satu kabel data ke mikrokontroler. Cocok buat rumah kaca atau gudang.

Modul sensor ultrasonik HC-SR04 berwarna merah dengan dua tabung logam sebagai pemancar dan penerima gelombang suara.

HC-SR04 · Jarak

Kerjanya kayak kelelawar: pancarin gelombang ultrasonik, lalu hitung berapa lama gelombangnya mantul balik buat tau jaraknya. Cocok buat parkir otomatis.

Panca indra alat

Sensor-sensor umum dan cara kerjanya

Modul sensor gerak PIR dengan tiga kabel keluar (GND, 5V, OUT) dan papan sirkuit kecil berisi dial pengatur sensitivitas.

PIR · Gerak

Nangkep perubahan radiasi inframerah dari tubuh yang bergerak di depannya. Nggak butuh cahaya buat kerja, jadi tetap akurat di kondisi gelap. Cocok buat alarm otomatis.

Komponen LDR berbentuk bulat pipih dengan pola jalur resistor zig-zag berwarna oranye di permukaannya.

LDR · Cahaya

Nilai resistansinya berubah tergantung banyak cahaya yang kena permukaannya: makin terang, makin gampang arus listrik lewat. Cocok buat lampu jalan otomatis.

Panca indra alat

Sensor lain yang juga umum dipakai

MQ-135 · Kualitas Udara / Gas

Punya lapisan sensitif yang nilai resistansinya berubah kalau kena gas tertentu di udara, kayak asap atau amonia. Cocok buat pantau polusi udara.

Water Level Sensor · Ketinggian Air

Punya jalur-jalur logam sejajar, makin tinggi air merendam jalurnya, makin besar konduktivitas yang kebaca sensor. Cocok buat pantau banjir.

Konektivitas

Gimana caranya sensor “ngomong” ke internet?

Cara Koneksi Jangkauan Cocok Buat
WiFi Pendek (dalam gedung) Proyek di sekolah / rumah, kuota data besar
Bluetooth Sangat dekat (meteran) Alat wearable, hemat daya baterai
LoRa Jauh (ribuan meter) Lahan pertanian luas, tambak, area pesisir
GSM / SIM Luas (sinyal seluler) Lokasi terpencil, tapi ada biaya pulsa/data

Starter kit

Selain papannya, apa lagi yang perlu disiapkan?

Breadboard putih ukuran sedang dengan garis merah dan biru penanda jalur power di kedua sisi.

Breadboard & Jumper

Buat rangkai prototipe cepat tanpa solder dulu.

Modul Sensor

DHT22, ultrasonik, PIR, dll, banyak dijual murah di marketplace.

Blynk / Firebase

Bikin dashboard & notifikasi HP tanpa coding rumit.

Kabel USB & Laptop

Buat hubungin papan ke laptop pas nulis & upload program lewat Arduino IDE.

Software yang dipakai

Kenalan sama Arduino IDE

Arduino IDE itu aplikasi gratis buat nulis program (disebut “sketch”), lalu ngirimnya ke papan mikrokontroler lewat kabel USB. Bisa dipakai buat Arduino, ESP32, maupun ESP8266, tinggal pilih jenis papannya lewat Board Manager.

sketch_iot.ino
// jalan sekali di awal
void setup() {
  Serial.begin(9600);
}

// diulang terus-menerus
void loop() {
  int nilai = analogRead(A0);
  Serial.println(nilai);
}
Serial Monitor → menunggu data dari sensor…

Software yang dipakai

Bagian-bagian penting Arduino IDE

setup() & loop()
setup() jalan sekali doang pas mulai, loop() diulang terus-menerus selama papannya nyala.

Tombol Verify
Ngecek program ada kesalahan penulisan atau nggak, sebelum dikirim ke papan.

Tombol Upload
Kirim program dari laptop ke papan mikrokontroler lewat kabel USB.

Serial Monitor
Jendela buat “ngintip” data yang dikirim balik dari sensor, penting banget buat debugging.

Tips: Nilai Baud Rate di pojok kanan bawah Serial Monitor harus sama persis dengan yang ditulis di Serial.begin() pada kode program (misalnya 9600). Kalau beda, hasilnya bakal muncul sebagai karakter aneh yang nggak kebaca.

Praktik

Cara merakit rangkaian IoT sederhana

Sebelum nulis program, rangkai dulu komponennya di breadboard. Ini pola dasar yang hampir selalu sama buat sensor apa pun.

Breadboard putih ukuran sedang dengan garis merah dan biru penanda jalur power di kedua sisi.

Kenalan sama breadboard

Baris paling pinggir (garis merah/biru) itu jalur power, nyambung memanjang buat VCC dan GND. Baris tengah (huruf a-j) itu buat naruh komponen, tiap kolom saling nyambung secara vertikal.

Diagram rangkaian menunjukkan Arduino Uno terhubung ke breadboard dengan sebuah LED, kabel dari pin digital dan GND ke kaki LED.

Contoh sederhana: LED ke pin digital

Kaki panjang LED (anoda) ke pin digital lewat resistor, kaki pendek (katoda) ke GND. Sensor pada umumnya disambung dengan pola yang mirip: daya, ground, sinyal.

Praktik

Contoh nyata: ESP32 ke sensor ultrasonik

Sambungan ESP32 ke sensor ultrasonik HC-SR04 yang udah kita kenalan sebelumnya.

Pin ESP32 Warna Kabel Pin HC-SR04
VCC (5V)MerahVcc
GNDHitamGND
D2HijauEcho
D4BiruTrig

Pola yang sama juga berlaku buat sensor lain: cari pin VCC, GND, dan sinyal (kadang namanya Signal/Data/Out), lalu sambungkan sesuai pola di atas.

Praktik

Langkah-langkah merakitnya

  1. 1

    Matiin/lepas dulu sumber dayanya sebelum mulai nyolokin kabel, biar aman.

  2. 2

    Sambungkan VCC sensor ke pin 5V atau 3.3V di papan (cek dulu tegangan yang diminta sensornya).

  3. 3

    Sambungkan GND sensor ke pin GND di papan. Semua komponen harus “satu bahasa” ground yang sama.

  4. 4

    Sambungkan pin Signal/Data/Out sensor ke salah satu pin digital atau analog di papan.

  5. 5

    Cek ulang semua sambungan sebelum nyalain daya, pastikan nggak ada VCC yang nyentuh GND langsung (short circuit).

  6. 6

    Baru nyalain daya & buka Arduino IDE buat mulai nulis programnya.

Langkah demi langkah

Alur dasar bikin alat IoT sendiri

1

Tentukan tujuan: mau ukur atau pantau apa?

2

Pilih sensor yang cocok sama kebutuhan itu.

Lihat sensor-sensor umum →
3

Pilih mikrokontroler & rangkai komponennya.

Lihat cara merakit →
4

Tulis program buat baca sensor & kirim datanya.

Lihat Arduino IDE →
5

Tampilkan hasilnya di layar, HP, atau dashboard.

Studi kasus

Penerapan IoT di berbagai bidang

Pertanian

Sensor kelembapan tanah + penyiram otomatis buat lahan pertanian di sekitar Kendal, biar air nggak boros dan tanaman nggak telat disiram.

Energi

Smart meter listrik lapor pemakaian daya secara real time, bantu rumah atau pabrik atur konsumsi energi biar nggak boros.

Lingkungan

Sensor ultrasonik + alarm dini buat wilayah pesisir atau bantaran sungai, ngasih peringatan sebelum banjir naik.

Otomatisasi Rumah

Lampu nyala otomatis pas kamu masuk rumah, alat penyiram tanaman jalan sendiri tiap pagi, semuanya dipantau lewat HP.

Layanan Kesehatan

Smartwatch atau alat pemantau kesehatan kirim detak jantung & kadar oksigen ke tenaga medis, tanpa perlu bolak-balik rumah sakit.

Transportasi & Fasilitas Umum

Sensor jarak buat monitor tempat sampah yang penuh atau slot parkir yang kosong, real time lewat aplikasi.

Biar awet

Biar alatnya nggak gampang ngambek

Lakukan

  • Pastikan sumber daya/power cukup buat sensor dan mikrokontroler.
  • Kalibrasi sensor dulu sebelum dipakai beneran.
  • Uji komponen satu-satu sebelum digabung jadi satu sistem.

Hindari

  • Sambungan kabel yang asal-asalan atau nggak rapi.
  • Lupa ground yang sama di semua komponen.
  • Sensor kena air atau debu langsung tanpa pelindung.

Lihat langsung

Nanti kita bakal lihat alatnya langsung

Saya bawa satu contoh alat IoT yang gabungin semua yang baru kita bahas: alat monitoring suhu, kelembapan, dan kualitas udara.

Sensor yang Dipakai

DHT22 buat suhu & kelembapan, MQ-135 buat kualitas udara.

Cara Kerjanya

Sensor baca kondisi udara, mikrokontroler kirim datanya lewat WiFi.

Bisa Dilihat Dari

Layar kecil di alatnya, atau dashboard yang dibuka lewat HP.

Penutup

Coba amati sekitarmu, sensor apa yang cocok dipasang?

IoT itu nggak melulu soal alat mahal. Dari sensor sederhana dan rasa penasaran, kita udah bisa mulai bikin sesuatu yang berguna.